Senin, 28 Oktober 2013

Contoh Pidato






               
Menjamurnya Korupsi di Indonesia

Assalamu’alaikum wr.wb
Yang terhormat Ibu Niken selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan teman – teman kelas XE yang saya cinta.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita sehingga pada kesempatan hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini. Tidak lupa, shalawat serta salam kita junjungkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang kita tunggu syafaatnya di Zaumul Kiyamah nanti.
Pada kesempatan kali ini, saya selaku murid kelas XE akan menyampaikan pidatotentang Menjamurnya Korupsi di Indonesia.
Korupsi sekarang bukan menjadi hal yang jarang kita dengar. Korupsi layaknya sudah menjamur diberbagai bagian dan kalangan. Mulai dari kalangan bawah hingga para pejabat. Pejabat-pejabat tersebut telah dipilih rakyatnya untuk bisa menjaga dan mengayomi masyarakat. Tetapi pada kenyataannya, masih ada pejabat yang menyalahgunakan profesinya untuk mencuri uang rakyat. Korupsi bisa terjadi karena tidak menjunjung tinggi kejujuran atau bisa jadi kesalahan orang tua yang salah mendidik sejak kecil sehingga  berbuat hal yang negatif. Orang yang kaya akan semakin kaya, dan orang yang miskin akan semakin miskin karena para koruptor. Kita sebagai penerus bangsa harus bisa memiilih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak, Kita harus bisa bisa menjunjung tinggi kejujuran sejak dini dalam segala hal, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti korupsi. Korupsi di Indonesia diibaratkan seperti pantun dibawah ini :

Kalau tak tau lagi mesti kemana
Mendekatlah ke Sang Pencipta
Kalau korupsi semakin berwarna
Kemiskinan akan cepat merata

Dari pidato yang saya sampaikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa korupsi bukan sebagai keinginan Bangsa Indonesia. Harapan saya agar para pejabat dapat bertanggung jawab terhadap profesinya. Dan saran saya agar semua orang menjunjung tinggi kejujuran.
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, jika ada kesalhan kata dan sikap yang tidak berkenan di hato Bu Niken dan teman semua, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum wr.wb


0 komentar:

Posting Komentar